Aksi Jilid II Dikabarkan Target CEOS, AKPERSI Angkat Suara dengan Sikap Keras

Kilas Aktual.com, Pohuwato – Rencana pelaksanaan Aksi Jilid II kembali memanas setelah mencuat isu bahwa aksi tersebut akan secara langsung menargetkan CEOS. ? Spekulasi ini berkembang cepat di ruang publik dan memicu pertanyaan mengenai arah gerakan serta eskalasi yang mungkin terjadi.
Arlan R Arif Ketua OKK Akpersi menegaskan bahwa menentukan apakah aksi Jilid II akan mengarah pada CEOS atau tidak sepenuhnya bergantung pada respon terhadap tuntutan yang sudah disampaikan sejak Aksi Jilid I.
“Apakah Aksi Jilid II akan menyentuh CEOS atau tidak? Itu bergantung pada bagaimana tuntutan kami dijawab. Kalau responnya lemah atau tidak ada progres, tentu aksinya akan lebih tegas,”kata Arlan yang juga sebagai Korlap.
Selain Korlap l, Jendral lapangan yang juga ketua Akpersi Provinsi Gorontalo Imran Uno membeberkan jika tuntutan utama khususnya terkait FM yang sampai saat ini tidak dijadikan sebagai tersangka, maka eskalasi aksi menjadi tidak terhindarkan.
” Tuntutan yang lebih utama kami terkait FM, sampai saat ini FM masih berkeliaran dan belum ditetapkan tersangka bahkan disaat proses penyelidikan alat masih beraktifitas tidak jauh dari tempat meninggal dua manusia di lokasi itu, dan bukti video kami menyimpannya dengan rapi,”tegas Imran.
AKPERSI menekankan bahwa mereka tidak pernah mengarahkan aksi ke individu tertentu tanpa dasar. Fokus utama tetap pada substansi tuntutan, bukan menyerang personal.
Namun, mereka mengingatkan bahwa setiap pihak yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dengan permasalahan yang diangkat harus siap menghadapi tekanan publik bila memilih diam atau mengabaikan aspirasi masyarakat.
AKPERSI memastikan bahwa seluruh proses administratif telah dipenuhi, termasuk penyampaian pemberitahuan aksi sesuai prosedur undang-undang. Mereka menegaskan bahwa aksi tetap akan digelar secara damai, namun tidak menutup kemungkinan perluasan isu dan titik aksi jika jawaban atas tuntutan publik dianggap tidak memadai.
“Kami hanya meminta keadilan ditegakkan. Jika mereka yang memiliki kewenangan tidak bergerak, maka wajar publik mendesak lebih keras,” tambahnya.
Dengan pernyataan ini, AKPERSI kembali menegaskan posisi mereka sebagai pihak yang konsisten mengawal proses hukum dan menolak segala bentuk pengaburan isu.
Aksi Jilid II kini tinggal menunggu bagaimana pihak terkait memberikan respon, apakah meredam gelombang aksi, atau justru memantik eskalasi yang lebih besar.
Rencana aksi digelar pada hari Jum’at ( 05/12/2025 ). Dengan Rute massa akan bergerak menuju Kantor Bupati,Kejaksaan,Dan DPRD. Menariknya titik Kumpul aksi masih bersifat rahasia.
Dan berikut point point yang menjadi tuntutan Akpersi :
1. Mendesak Bupati dan DPRD Pohuwato untuk segera membentuk Satgas Pendataan dan Pengawasan alat berat serta pelaku usaha tambang dari luar daerah yang diduga menggerogoti sumber daya alam tanpa melakukan reklamasi pasca tambang.
2. Menindak Pelaku Usaha Tambang Ilegal.
Meminta aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha luar daerah yang merusak lingkungan dan tidak memenuhi kewajiban reklamasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
3. Segera Tangkap Haja Suci.
Mendesak aparat penegak hukum untuk memproses dan menahan Haja Suci, yang saat ini telah mendapat panggilan resmi dari Kejaksaan Negeri Pohuwato.
4. Meminta Pani Gold Project Menunaikan Kewajiban.Menuntut agar Pani Gold Project segera memenuhi seluruh kewajiban kepada masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan transparansi operasional. Selain itu, meminta penegak hukum untuk segera menetapkan tersangka FM atas dugaan kelalaian dan pelanggaran UU Minerba yang menyebabkan dua warga meninggal dunia di area tambang ilegal Bulangita.
- 5. Menuntut Polres Pohuwato untuk membuka secara transparan hasil analisis ahli hukum pidana, serta menindaklanjuti seluruh bukti otentik yang telah ada, guna memastikan proses hukum berjalan objektif, profesional, dan tanpa intervensi. KA_DEBER27