AdvertorialGorontaloOpiniPemerintahanPolitikTopik Terkini

Pemilu 2024 di Lapas Pohuwato: Mewujudkan Demokrasi Inklusif di TPS Khusus

KilasAktual, Pohuwato, 28 November 2024. –Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato menjadi saksi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang berlangsung pada Rabu, 27 November 2024. Lapas ini berfungsi sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus 901 untuk memfasilitasi warga binaan yang tidak dapat memilih di domisili asalnya.

Kepala Lapas Pohuwato, Tristiantoro Adi Wibowo, menegaskan pentingnya pemenuhan hak politik bagi setiap individu, tanpa memandang lokasi keberadaannya. “Hak partisipasi politik tidak mengenal batasan tempat. Kami memastikan proses pemilihan berlangsung transparan dan adil, menciptakan suasana demokratis di mana setiap suara dihargai,” ujar Adi Wibowo.

Sebanyak 181 warga binaan di Lapas Pohuwato turut memberikan suara, yang terbagi ke dalam tiga kategori daftar pemilih:

  • Daftar Pemilih Tetap (DPT): 159 orang, menandakan warga binaan yang telah terdaftar secara resmi.
  • Daftar Pemilih Tambahan (DPTb): 21 orang, yang terdiri dari warga binaan baru yang memenuhi syarat untuk memilih.
  • Daftar Pemilih Khusus (DPK): 1 orang, yang mencerminkan adanya kondisi atau persyaratan khusus untuk dapat memilih.

“Dengan keikutsertaan warga binaan dari berbagai kategori, pemilu di dalam lapas mencerminkan keberagaman kondisi dan latar belakang mereka, sekaligus menjadi upaya nyata untuk mewujudkan inklusivitas dalam demokrasi,” tambahnya.

Adi Wibowo menekankan bahwa hak memilih adalah bagian tak terpisahkan dari hak asasi manusia. Pihak Lapas, bersama penyelenggara pemilu, bekerja sama untuk memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama dalam menyuarakan aspirasinya.

“Setiap suara memiliki nilai dan dampaknya. Ini adalah langkah positif menuju pembangunan masyarakat yang adil dan berkeadilan,” tegasnya.

Pemilu di Lapas Pohuwato ini sekaligus menjadi simbol bahwa demokrasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk terus mendorong partisipasi politik para warga binaan.

Dengan pelaksanaan yang berjalan tertib dan lancar, Lapas Pohuwato telah membuktikan bahwa inklusivitas dan keadilan dapat diwujudkan bahkan di tempat yang memiliki keterbatasan sekalipun. RedAKP

 

Related Articles

Back to top button